Sabtu, 16 November 2024

KEUTAMAAN MENYIAPKAN BEKAL PERJUANGAN (HR Bukhari 2843 dan Muslim 1895)



KEUTAMAAN MENYIAPKAN BEKAL PERJUANGAN

Sumber: 40 Hadits Pilihan Pengingat Kewajiban Umat, Dr. Hamam Abd Rahim Saed dan Dr. Hasyim Abd Ghofur Shabry, Pengantar: Ust. Muhammad Lili NurAulia, Penerbit Al-I'tishom (2020), halaman 90-92, ditambah paparan Ust. Lili secara talaqi.


Indikator Capaian:

•selalu berusaha menyiapkan bekal perjuangan

•selalu meluruskan orientasi dalam perjuangan



Keutamaan Membantu Persiapan Orang yang Berjuang di Jalan Allah, atau Memberi Bantuan kepada Keluarganya dengan Kebaikan


‎عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ: «مَنْ جَهَزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا ). رَوَاهُ الْبُخَارِي (٣٤٨٢)، وَمُسْلِمُ (٠٩٨١))

Zaid bin Khalid ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyiapkan kebutuhan seseorang yang berperang di jalan Allah, sungguh ia telah ikut berperang (di jalan Allah). Dan barangsiapa yang mengurus keluarga orang yang berperang di jalan Allah dengan baik, maka sungguh ia telah ikut berperang (di jalan Allah)." (h.r. Bukhari/2843 dan Muslim/1895)


MENGENAL PERAWI HADITS


Zaid bin Khalid Al-Juhani Al-Madani, ikut dalam Perjanjian Hudaibiyah, pemegang bendera Juhainah pada saat Penaklukkan Mekah, dan wafat di Madinah, pada tahun 78 H, pada usia 85 tahun. (Al-A'lam, Az-Zarkaly, 3/58)


MAKNA UMUM HADITS


Keutamaan Memberi Dukungan kepada Pejuang dan Memperhatikan Kebutuhan Keluarganya


Imam Nawawi berkata, "Sabda Rasulullah saw., "Barangsiapa yang menyiapkan kebutuhan seseorang yang berperang di jalan Allah, sungguh ia telah ikut berperang (di jalan Allah). Dan barangsiapa yang mengurus keluarga orang yang berperang di jalan Allah dengan baik, maka sungguh ia telah ikut berperang (di jalan Allah)," maksudnya adalah orang yang melakukan hal itu, memperoleh ganjaran seperti halnya orang yang berjihad. Ganjaran ini akan diperoleh pada setiap perang (jihad), baik sedikit maupun banyak, dan kepada setiap keluarga yang ditinggalkan dengan memenuhi kebutuhan mereka dengan kebaikan, nafkah, membantu meringankan urusan mereka, dan ganjarannya akan berbeda sesuai dengan jumlahnya. Hadits ini juga memberi isyarat tentang motivasi berbuat baik terhadap orang yang bekerja untuk kepentingan umat Islam, atau berjuang untuk urusan kepentingan umat Islam. (Syarah An-Nawawi 'ala Muslim, 13/40)


Dan dalam riwayat Ibnu Majah (2758) dan Ibnu Hibban (4628) hadits ini dimuat dengan redaksi: "Siapa pun yang mempersiapkan orang yang berperang hingga meraih kemerdekaan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berjuang juga sampai syahid atau kembali pulang.".


Ibnu Hajar berkata, "Ada dua pelajaran: pertama, janji pahala yang disebutkan itu bertingkat-tingkat sesuai dengan kesempurnaan dalam memberikan persiapan. Itulah yang dimaksud dari sabda Nabi saw., '... hingga meraih kemerdekaan..." Kedua, ia mendapatkan tingkat pahala yang sama dengan orang yang berjihad hingga perang tersebut selesai."


Ibnu Hajar mengatakan, "Adapun yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (1896) dari hadits Abu Said disebutkan: 'Nabi saw. mengirim utusan dan bersabda, "Hendaklah setiap dua orang, satu orang keluar (berangkat berperang. pent.), dan ganjarannya sama bagi keduanya." Dalam riwayat Imam Muslim yang lainnya (138) disebutkan: "Kemudian ia berkata kepada yang duduk-duduk, 'Siapa pun yang menggantikan seseorang yang keluar berjihad meninggalkan keluarga dan hartanya pada kebaikan, maka baginya beroleh balasan setengah dari orang yang keluar berjihad tadi."


Hadits ini memberi isyarat bahwa orang yang berperang, lalu ia membekali diri atau membantu mencukupi keluarga yang ditinggal. kannya, maka baginya akan mendapatkan dua kali lipat pahala."



Pelajaran dari Hadits


•Menjaga dan meningkatkan perhatian dan kepedulian dengan dinamika dakwah di sekitar, maupun di tempat lain yang jauh. Pertanyaan : Sejauh mana perhatian kita terhadap sikon dakwah?

•Substansi perjuangan dakwah adalah al-’atho (pemberian/kontribusi). Setiap orang memiliki jalur al-’atho nya sendiri-sendiri. Tidak harus sama. Yang penting optimal. Pertanyaan : Sudah optimal belum?

•Menjadi fasilitator/jembatan berbagai kebaikan, memiliki nilai pahala sama dengan yang melakukan kebaikan. Pertanyaan: Kebaikan apa yang sudah kita fasilitasi?

•Memberi perhatian dan kepedulian terhadap keluarga sesama para pejuang. Pertanyaan : Apakah kita memperhatikan keluarga pejuang dakwah


‎جاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ، ما القِتَالُ في سَبيلِ اللَّهِ؟ فإنَّ أحَدَنَا يُقَاتِلُ غَضَبًا، ويُقَاتِلُ حَمِيَّةً، فَرَفَعَ إلَيْهِ رَأْسَهُ، قالَ: وما رَفَعَ إلَيْهِ رَأْسَهُ إلَّا أنَّه كانَ قَائِمًا، فَقالَ: مَن قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هي العُلْيَا، فَهو في سَبيلِ اللَّهِ عزَّ وجلَّ.

 

Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, Wahai Rasulullah, apakah yang disebut dengan perang fi sabilillah (di jalan Allah)? Sebab di antara kami ada yang berperang karena marah dan ada yang karena semangat? Beliau lalu mengangkat kepalanya ke arah orang yang bertanya, dan tidaklah beliau angkat kepalanya kecuali karena orang yang bertanya itu berdiri. Beliau lalu menjawab: Barangsiapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka dia perperang di jalan Allah ‘azza wajalla.


Pelajaran dari Hadits


•Berusaha menanamkan dan menjaga niat yang tulus ikhlas liLlaahi ta’ala dalam perjuangan.

•Memulai perjuangan dengan berbagai orientasi yang benar. Pertanyaan:  Apakah aktifitas dakwah kita karena Allah, karena Rasulullah, karena ingin membela, melindungi umat Islam, karena  ingin memelihara nilai-nilai Al-Qur`an, karena ingin syariat Allah membumi, karena ingin menjaga kebaikan generasi Islam, karena ingin memberi kelapangan dalam berdakwah?

•Meski kemarahan karena Allah, itu dianjurkan, tapi kendalikan kemarahan jangan sampai menjadi kemarahan yang bersifat individu. Pertanyaan: Apakah kita marah karena Allah?

•Selalu optimis dalam memperhatikan perjalanan bagaimana perjuangan Islam, dalam lingkup lokal, regional maupun internasional. Pertanyaan : Apakah kita memperhatikan perjuangan Islam?


Keutamaan Memperhatikan Keluarga Tahanan dan Syuhada

Kami berpendapat bahwa pada saat ini, orang yang memberi dukungan pada mujahidin di Ghaza, mereka yang teguh menjaga dan mempertahankan Baitul Maqdis, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berjuang. Sebagaimana memberi bekal bagi para mujahid, memberi perhatian kepada keluarga mereka, memberi bantuan finansial kepada keluarga yang ditahan dipenjara musuh dan juga membantu keluarga mereka, memperhatikan urusan mereka, memperhatikan keluarga yang syahid dan anak-anak syuhada, termasuk yang disebutkan dalam hadits ini, dan ia akan mendapat pahala dan ganjaran yang sama karena mempersiapkan para mujahidin.


INTISARI HADITS

1. Besarnya pahala orang yang mempersiapkan para mujahid di jalan Allah.

2. Memperhatikan keluarga syuhada, keluarga yang ditahan musuh, termasuk dari pemahaman hadits.

3. Hadits ini menunjukkan bahwa penyebab segala amal saleh akan memperoleh sama dengan orang yang melakukannya.

4. Arahan kepada para da'i untuk memberikan motivasi menyadarkan umat akan kewajibannya terhadap para mujahidin, keluarga yang ditahan dan yang syahid.

Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar

Komen apapun berharga. Sila.

welcome to detti's blog

communication scholar & practitioner, hopefully being lifetime citizen journalist, simply laid back ambivert

Mengoptimalkan Google Alerts untuk Media Monitoring

Menyusun panduan optimalisasi google alerts ini sekira dua bulan sebelum ramadhan tahun lalu. Belum sempat di- digital archive , apa daya fi...

Popular Posts